Selasa, 08 Januari 2008
lagi dan lagi
di cd itu foldernya 'tugas masscom'. okaay?
-nobu
salam salam
mau ngasih tau aja ke kelompok saya.
bisa kog masukin gambar ternyata, kaya yang di bawah! asal sewaktu kita sebelum upload ceklist-in dulu tanda setuju!
please buat jebu, lakukan itu buat kelompok ini yaah. :)
Senin, 07 Januari 2008
monas dan segala cerita
musium bahari
Museum Bahari adalah museum yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC. Disajikan pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Di sisi lain ditampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan nelayan dan pelayaran (alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan aneka meriam), tehnologi pembuatan perahu tradisional serta folklor adat istiadat masyarakat nelayan nusantara. Melengkapi penampilan kebaharian Indonesia, museum ini juga menampilkan matra TNI AL, koleksi kartografi, maket Pulau Onrust, tokoh-tokoh maritim nusantara serta perjalanan kapal KPM Batavia - Amsterdam.
Museum ini berlokasi di Jalan Pasar Ikan No. 1 Sunda Kelapa, Jakarta Barat.
Pada masa pendudukan Belanda bangunan yang saat ini dipergunakan untuk museum dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, (diantaranya adalah rempah-rempah) yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat alris di pasaran Eropa. Bangunan yang berdiri persis disamping muara sungai [Sungai_Ciliwung|ciliwung]] ini terdiri dari 2 sisi, sisi barat dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat (dibangun secara bertahap mulai tahun 1652-1771), sedang yang disisi timur disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri dari 4 unit bangunan, dan 3 unit diantaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari.
Pada masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini dipakai sebagai tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT untuk gudang. Tahun 1976 bangunan cagar budaya ini dipugar, dan kemudian pada 7 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari
diatas adalah beberapa sejarah singkat yang gw ketahui dari para orang yang ahli....
sebenernya sayang musium yang segitu bagusnya malah banjir dan gak kerawat,banjirnya mencapai 30-40 cm....dalam juga yah
dan neh ceritanya yg gw ambil dari salah satu channel...
Pengelola Museum Bahari di Jalan Pasar Ikan 1, Jakarta Utara, mengharapkan operasional Museum Bahari sudah mulai berjalan normal kembali pada Januari 2008, pasca genangan air pasang yang merendam lantai satu bangunan museum.Genangan air pasang setinggi antara 30 sampai 40 centimeter sempat memasuki bangunan museum yang menyimpan koleksi dunia kebaharian dan kenelayanan tanah air tersebut pada 25 November sampai 27 November.
Kasubbag Tata Usaha (TU) Museum Bahari, Zubaidah, di Jakarta, Rabu, mengatakan saat ini pihaknya masih menata ulang keberadaan koleksi museum yang berada di lantai satu, untuk mengamankan akan adanya banjir pasang susulan.
"Kita memindahkan koleksi yang rentan terkena genangan air pasang ke lantai dua, seperti koleksi miniatur perahu," katanya.
Sedangkan perahu yang terhitung aman dari genangan air pasang, seperti perahu phinisi akan tetap dipajang di lantai satu.
"Adanya genangan air pasang membuat kita harus berpikir ulang dalam penataan, demi menyelamatkan koleksi yang ada," kata Zubaidah.
Kendati demikian, pihaknya masih menerima kunjungan perorangan ke Museum Bahari, sedangkan kunjungan secara berombongan untuk sementara ditolak dahulu sampai penataan selesai dilakukan.
"Tentunya kita tetap melihat dahulu dari ramalan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mengenai akan terjadinya air pasang," katanya.
Saat ini, katanya, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah karung pasir di pintu masuk ke ruangan penyimpanan koleksi Museum Bahari untuk mencegah terulangnya genangan air pasang masuk ke ruangan koleksi.
"Karung pasir sudah kita siapkan setelah genangan air pasang lalu. Genangan air pasang terparah yang masuk ke museum terjadi pada 26 November 2007," katanya.
Museum Bahari adalah museum yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC.
Selain itu, disajikan pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran, serta ditampilkan pula koleksi biota laut, data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan nelayan dan pelayaran (alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan aneka meriam), teknologi pembuatan perahu tradisional serta folklor adat istiadat masyarakat nelayan nusantara.
Bangunan museum itu sendiri berada muara Sungai Ciliwung ini terdiri atas dua sisi, yakni sisi barat dikenal dengan sebutan "Westzijdsche Pakhuizen" atau Gudang Barat (dibangun secara bertahap mulai 1652-1771).
sekian neh blog dr gw..
Rabu, 26 Desember 2007
Taman Ismail Marzuki ( TIM )
Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM)
Jalan Cikini Raya 73
Jakarta Pusat 10330
Phone: 021 - 2305147, 337530
Fax: 021 - 2305146, 337530
Sejarah Singkat
Planetarium Jakarta dibangun dan dihadiahkan kepada rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Jakarta, oleh Pemerintah Indonesia atas gagasan Presiden Soekarno. Dasar filosofis pendiriannya ialah agar ilmu pengetahuan bangsa Indonesia bertambah, khususnya tentang Jagad Raya (astronomi) dan sedikit demi sedikit menghilangkan tahyul. Presiden berharap Planetarium dapat menjadi salah satu sarana untuk mengejawantahkan program Nation Building.
Berkat sumbangan dana Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) dan lembaga pemerintah, Planetarium dibangun di tempat bekas Kebun Binatang Taman Raden Saleh (Cikini - Jakarta Pusat, yang kini di lokasi Taman Ismail Marzuki - TIM). Peralatan berupa proyektor dengan segala kelengkapannya termasuk teleskop (teropong bintang) guna pembangunan observatorium, dibeli dari perusahaan optik Carl Zeiss - Jena (Jerman). Sedangkan arsitekturnya adalah karya putra Indonesia.
Saat pemancangan batu pertama (9 September 1964), Bung Karno di akhir pidato berkata, "Lapangan politik kita kejar, lapangan ilmu pengetahuan kita kejar, agar supaya kita benar-benar dalam waktu yang singkat bisa bernama bangsa Indonesia yang besar !" Dalam sambutannya (17 Agustus 1965), Santoso Nitisastro dari Observatorium Bosscha Lembang pun mengatakan, "Semoga Planetarium Jakarta ini dapat merupakan alat yang ampuh bagi revolusi rakyat Indonesia dalam perjuangannya mengemban amanat penderitaan rakyatnya!"
Sayang pembangunannya terhenti saat pecah peristiwa G30S/PKI, tetapi akhir 1967 dilanjutkan lagi dan selesai 20 November 1968. Pengelolaannya diserahkan kepada Gubernur Jakarta yang saat itu dijabat oleh Bang Ali. Direkturnya ditunjuk oleh Presiden yang akhirnya terpilih Santoso Nitisastro. Beliau bisa dianggap sebagai direktur pertama Planetarium Jakarta yang mulai dibuka untuk umum pada tanggal 1 Maret 1969 (dianggap sebagai hari ulang tahun Planetarium Jakarta).
Tahun 1984, Pemerintah DKI Jakarta membentuk organisasi penyelenggara fungsi dan tugas-tugas planetarium dan observatorium, yaitu Badan Pengelola Planetarium dan Observatorium Pemerintah DKI Jakarta. Dan setelah melewati usia 27 tahun (1996), dilakukan pemutakhiran proyektor dan perbaikan sarana atau fasilitas pendukungnya.
Fasilitas
Dalam gedung pertunjukan utama (planetarium) berkapasitas sekitar 300 kursi, penonton dapat melihat peragaan/simulasi langit baik langit siang maupun malam hari. Wajah langit tiruan ini diproyeksikan ke kubah setengah bola bergaris tengah 22 meter di atas penonton melalui proyektor Universarium Model VIII.
Sebagai penunjang pertunjukan planetarium, terdapat ruang pameran dimana disajikan materi dalam ujud lukisan, photo, film video, miniatur benda langit ataupun wahana antariksa, dsb.
Bagi pengunjung juga disediakan perpustakaan dengan materi yang tentunya berkaitan erat dengan maslah astronomi. Namun, hanya dibuka pada jam kerja kantor:
4. - Senin s.d Kamis : pukul 07.30 WIB - 15.30 WIB
5. - Jum'at : pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB
- Sabtu dan Minggu tutup.
Mulai tahun 1998 direncanakan menambah fasilitas pertunjukan alternatif yaitu slide-show yang menggunakan fasilitas multimedia di dalam gedung pertunjukan baru. Animasi dinamika alam semesta ditampilkan dengan suasana mirip bioskop. Namun untuk masa mendatang bukan hanya slide-show saja, melainkan digabung dengan video film, laser disk, dan CD-ROM.
Planetarium Jakarta juga memiliki fasilitas kelas untuk menjalin interaksi lebih aktif antara pengunjung dan staf dalam penyebarluasan astronomi secara populer. Fasilitas kelas ini pula yang memungkinkan planetarium menyelenggarakan kegiatan lain seperti seminar dan penataran astronomi.
Adanya 3 teleskop memungkinkan mengadakan kegiatan pengamatan benda langit sebagai fungsi ke-observatorium-annya. Baik dalam bentuk penelitian (observasi ilmiah skala kecil), kegiatan khusus untuk masyarakat umum/awam (peneropongan umum), maupun gabungan keduanya sebagai partisipasi aktif untuk memupuk minat masyarakat. Dalam hal ini, fungsi BP Planetarium & Observatorium adalah sebagai tempat wisata ilmiah (edutainment : pendidikan dan hiburan). Lainnya adalah bimbingan karya tulis, membina kerja sama dengan instansi lain seperti Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung, Observatorium Bosscha Lembang, LAPAN, Departemen Agama, institut terkait dari manca negara; serta tidak lupa untuk membina organisasi amatir astronomi dimana siapapun dapat bergabung didalamnya (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta/HAAJ).
Peneropongan Umum
Jadwal peneropongan umum biasanya disusun bersamaan dengan jadwal pertunjukan malam hari dan tentu saja dengan mempertimbangkan kondisi cuaca (idealnya cerah, tak berawan). Setiap bulan diadakan 2 kali (2 hari berturutan) dan tidak dipungut biaya apapun. Namun, tidak menutup kemungkinan mengadakan kegiatan ini di luar jadwal yang telah ada - semisal ada peristiwa astronomis yang menarik seperti gerhana Matahari/Bulan, penampakan komet, dsb.
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)
Wadah ini dipelopori oleh Planetarium Jakarta setelah melihat kecenderungan minat masyarakat terhadap astronomi yang makin meningkat sejak 1983. Secara resmi HAAJ berdiri tanggal 21 April 1984.
Anggota HAAJ berasal dari berbagai tingkatan usia, latar belakang pendidikan dan profesi. Jumlah yang terbanyak adalah pelajar/mahasiswa. Akhir-akhir ini malah keberadaan anggota yang karyawan semakin banyak.
Pembinaan yang dilakukan oleh Planetarium khususnya bertujuan menciptakan wadah yang sehat dan bermanfaat bagi perkembangan generasi muda. Juga diharapkan dapat mempopulerkan dan mengembangkan ilmu astronomi di Indonesia.
HAAJ secara berkala (2 minggu sekali) mengadakan kegiatan seperti ceramah, pemutaran film ilmiah (dan film populer - namun aspek keastronomian tetap dipertahan kan). Selain itu berdiskusi, pameran, dan melakukan peneropongan (baik dalam kota maupun luar kota).
Mengingat himpunan sejenis di manca negara sudah banyak yang lebih maju, seperti di Amerika Serikat, Jepang, negara-negara di Eropa, Australia, dsb. - maka tak menutup kemungkinan bahwa pada masa mendatang HAAJ akan mengadakan jalinan kerjasama dengan mereka untuk memperluas wawasan dan pengalaman. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa hasil temuan atau pengamatan para astronom amatir mempunyai arti besar atau penting bagi dunia astronomi dan dibutuhkan oleh yang profesional. Misal temuan komet dan asteroid baru, dsb.
Selasa, 18 Desember 2007
Tugu Monas sebagai simbol kota Jakarta
Tugu Peringatan Nasional yang satu ini merupakan salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda. Monumen Nasional yang berada dipusat kota Jakarta yaitu di Lapangan Monas Jakarta Pusat dibangun pada tahun 1960.Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obelik yang terbuat dari marmar yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 137 meter. Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin mencapai kemerdekaanTugu Peringatan Nasional ini lebih dikenal dengan sebutan Tugu Monas yang dibangun diareal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan F. Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno. Resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Monas mengalami lima kali pergantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas.
Air mancur Menghiasi Tugu Monas
Disekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur, Minggu atau libur sekolah banyak masyarakat yang berkunjung kesini. Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga keatas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta yang semakin padat dan semrawut dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, Senin - Sabtu mulai pukul 9.00 - 16.00 WIB.